ASESMEN MEMBACA-MENULIS-BERHITUNG
BAGI ANAK TUNAGRAHITA
Oleh Iim Imandala, S.Pd.
e-mail: iim_imandala75@yahoo.co.id
A. Pengertian Asesmen
Asesmen adalah proses yang sistimatis dalam mengumpulkan data seseorang anak yang berfungsi untuk melihat kemampuan dan kesulitan yang dihadapi seseorang saat itu. Mengumpulkan informasi yang relevan, sabagai bahan untuk menentukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan, dan menerapkan seluruh proses pembuatan keputusan tersebut (Mcloughlin and Lewis, 1986:3; Rochyadi & Alimin 2003:44; Sodiq, 1996; Fallen dan Umansky, 1988 dalam Sunardi dan Sunaryo, 2006:80).
Asesmen ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan asesmen formal dan asesmen informal. Asesmen formal adalah asesmen dengan menggunakan tes standar yang sudah disusun sedemikian rupa oleh para ahli sehingga memiliki standar tertentu, sedangkan tes informal adalah penilaian dengan menganalisis hasil pekerjaan siswa atau dengan tes buatan guru (McLoughlin dan Lewis, 1986; Mercer dan Mercer, 1989; Abdurrahman, W., 2003:265; Wardani, 2007:8.25 ).
Adapun langkah-langkah untuk melakukan asesmen Widati (2003:5) sebagai berikut melakukan identifikasi, menetukan tujuan asesmen, mengembangkan alat asesmen, dan penafsiran hasil asesmen.
B. Langkah-langkah Melakukan Asesmen
Dalam penyusunan asesmen ini ada beberapa tahapan yang meliputi kegiatan identifikasi, tujuan asesmen, pengembangan alat asesmen, pelaksanaan , penafsiran hasil asesmen.
1. Identifikasi
Identifikasi disini adalah menentukan anak tunagrahita yang akan diasesmen. Identifikasi dapat dilakukan melalui pengamatan/observasi yang cermat mengenai perilaku anak tunagrahita saat belajar dan menganalisis hasil kerja anak. Identifikasi harus menghasilkan siapa yang akan diasesmen dan dalam aspek apa asesmen itu perlu dilakukan.
2. Menetapkan Tujuan Asesmen
Setelah hasil identifikasi diketahui, selanjutya ditetapkan tujuan asesmen yang akan dilakukan. Tujuan asesmen setiap murid akan sama atau berbeda tergantung pada gejala yang ditemukan pada waktu identifikasi.
3. Mengembangkan alat asesmen
Untuk melakukan asesmen guru dapat menggunakan alat asesmen yang sudah baku (asesmen formal) atau alat asesmen buatan sendiri (asesmen informal).
Dalam asesmen informal guru harus mengembangkan alat asesmen sendiri. Alat asesmen ini disesuaikan dengan kurikulum.
4. Pelaksanaan asesmen
Guru melakukan asesmen sesuai dengan aspek yang akan diasesmen dalam waktu dan ditempat tertentu. Waktu yang digunakan dalam melakukan asesmen disesuaikan dengan alat yang dikembangkan serta disesuaikan dengan kemampuan anak dalam memusatkan perhatian sesuai usiannya. Misalnya usia kelas satu SD, lama tes sebaiknya tidak lebih dari 30 menit (Widati S 2003:5). Tes yang diberikan lebih dari 30 menit tidak akan memberikan informasi yang akurat tentang kemampuan anak karena perhatian anak sudah terpecah.
Dalam pelakasanaan asesmen penting pula untuk diperhatikan dalam hal menciptakan ruangan atau tempat asesmen yang kondusif. Tempat asesmen harus terhindar dari hal-hal yang dapat mengganggu perhatian anak, sehingga tempat asesmen itu menjadi nyaman dan menimbulkan rasa nyaman bagi anak.
5. Penafsiran
Setelah melaksanakan asesmen, tahap selanjutnya adalah guru mengolah hasil asesmen dan menafsirkannya. Dalam kegiatan inilah akhirnya mengambil keputusan untuk menentukan pembelajaran yang tepat untuk anak tunagrahita. Kegiatan menafsirkan ini cukup menentukan, jika penafsiran keliru, maka program pembelajaran yang dikembangkan akan keliru pula.
Hasil asesmen ini harus dikaitkan pula dengan kurikulum. Lihatlah materi pelajaran yang sesuai dengan jenjang kelas dimana anak tunagrahita berada. Apabila pada kurikulum itu tidak ditemukan materi yang sesuai dengan hasil asesmen maka harus dicari pada jenjang di bawahnya, jika masih belum ditemukan juga cari kembali pada jenjang di bawahnya lagi, demikian seterusnya, hingga ditemukan materi yang sejalan dengan hasil asesmen.
C. Asesmen Membaca
Mengenal Huruf
Nama : …
Jenis Kelamin : …
TTL : ..
Kelas : …
a b c d e f
g h i j k l
m n o p q r
s t u v x y
z
Membedakan Bentuk Huruf
(Lingkari huruf yang disebutkan)
Nama : …
Jenis Kelamin : …
TTL : ..
Kelas : …
| Huruf | B/S | Huruf | B/S |
| (1) b d p(2) a e r s(3) m w h k(4) l j t p y(5) z o f v u n(6) c s r z i e | (7) R G C D(8) O D Q P(9) S Z B H K(10) Y U Y L F(11) X N M W Z S(12) A R K T B F |
Membaca Kata
(Bacalah kata-kata di bawah ini!)
Nama : …
Jenis Kelamin : …
TTL : ..
Kelas : …
1. buku duku kuku
2. mama mana nana
3. bulu bola labu
4. hati nasi hari
5. kuda lupa palu
6. peta gula pita
7. sewa vena vita
8. cuci guci gali
9. lusa lusi nita
10. tani rasi rusa
Observasi
|
Observasi |
Deskripsi |
|
Asesmen pemahaman bacaan
Menggunakan procedure cloze. Setiap kata ketiga, atau keempat, atau kelima dikosongkan.
Membaca mandiri 57% ke atas
Membaca pengajaran 44-56%
Membaca frustrasi 43% ke bawah
Contoh Pencatatan Hasil Asemen
Nama: ………….
TTL : ………….
Kelas : ………………
|
No |
Bentuk Kesulitan |
Deskripsi |
| 12. |
3.Mengenal hurufTerbalik huruf
Membalik huruf pada kataAnak sudah mampu mengenal dan menyebutkan huruf dari a s.d. z, tapi masih terbalik pada huruf b dengan d, m dengan n, p dengan q.Anak masih sering terbalik huruf b dengan d, m dengan n, p dengan q.
Anak sudah mampu membaca kata, namun masih sering terjadi membalik kata, misalnya kuda dengan daku, palu dengan lupa, tali dengan ilat
Penafsiran:
Anak membutuhkan latihan membedakan hurus b, d, m, n, p, dan q serta latihan membedakan kata yang memiliki komposisi huruf yang sama, misalnya tali dengan ilat, kuda dengan daku atau aduk, dll.
Bandung, ………………….
Mengetahui,
Kepala SLB…… Asesor
……………………. ………………
D. Asesmen Menulis
Pada saat asesmen guru dapat melakukan observasi kemampuan anak dalam hal
1. menulis dari kiri ke kanan
2. memegang pensil
3. menulis nama sendiri
4. menulis huruf-huruf
5. menyalin kata dari papan tulis ke buku atau kertas
6. menulis pada garis yang tepat
7. posisi kertas
8. penggunaan tangan dominant
9. posisi duduk
Instrumen Informal Untuk Menilai Bentuk Huruf
|
Nomor |
Jenis Kesalahan |
Keterangan |
|
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 |
a seperti oa seperti u |
a seperti ci
b seperti li
d seperti cl
e tertutup tidak ada lubangnya
h seperti hi
i seperti e tanpa titik
m seperti w
n seperti v
o seperti a
r seperti i
r seperti n
t seperti l
t dengan garis di atasnya
Atau
Instrumen Informal Untuk Menilai Bentuk Huruf
|
Aspek |
Deskripsi |
| Posisi duduk | |
| Posisi kertas | |
| Memegang pensil/alat tulis | |
| Bentuk | |
| Ukuran | |
| Spasi (antar huru dan antar kata) | |
| Ketepatan pada garis | |
| Kualitas garis |
Contoh hasil asesmen
Catatan Hasil Asesmen
|
Aspek |
Deskripsi |
| Posisi duduk | Pada saat duduk, badan kurang tegak, dagu menempel pada meja, telapak kaki menapak dengan baik pada lantai, dan posisi tangan tidak menopang badan tapi direntangkan ke depan. |
| Posisi kertas | Posisi kertas miring/tidak sejajar dengan badan |
| Memegang pensil/alat tulis | Mampu memegang pensil dengan tiga jari |
| Bentuk | Bentuk tulisan huruf dan kata terlalu condong dan tidak konsisten;kadang condong kadang tegak. |
| Ukuran | Ukuran huruf tidak konsisten ada yang terlalu besar hingga melewati garis dan ada yang terlalu kecil |
| Spasi (antar huruf dan antar kata) | Anak belum memahami spasi antar kata sehingga kata yang ditulis cenderung menumpuk. |
| Ketepatan pada garis | Huruf ditulis mengangkang di atas garis. |
| Kualitas garis (terlalu tebal atau terlalu tipis) | Tulisan terlalu menekan sehinga huruf terlihat tebal dan kotor. |
Penafsiran:
Anak membutuhkan materi/latihan posisi duduk, posisi kertas, latihan bentuk huruf yang konsisten, ukuran, spasi antar kata, ketepatan pada garis, dan kualitas garis.
Bandung, ………………….
Mengetahui,
Kepala SLB…… Asesor
……………………. ………………
E. Asesmen Berhitung/Matematika
1. Menyebutkan atau menunjukkan lambang bilangan
2 5 3 8 1
9 7 6 10 4
2. Menulis lambang bilangan
a) Tulislah lambang bilangan 1!
b) Tulislah lambang bilangan 5!
c) Tulislah lambang bilamgan 3
d) Tulislah lambang bilangan 2
3. Mengurutkan
Isilah titik di bawah ini dengan lambang bilangan yang tepat!
a) 1, …, 3, …, 5, …, 7, …, 9, ….
b) 1, …, 3, 4, …, 6,…, 8, …, 10
c) …, 4, …, …, 7, …
d) 10, …, 8, 7, 6, …, 4, …., 2, …
4. Simbol Operasi Hitung (+, -, x, :, <, dan >)
Isilah titik-titik di bawah ini!
1) Tuliskan lambang perkalian! …
2) Tuliskan lambang lebih kecil! …
3) Tulislah lambang penjumlahan! …
4) Tulislah lambang lebih besar! …
5) Tulislah lambang pembagian! …
6) Tuliskan lambang pengurangan! …
Isilah dengan memberi tanda <, >
1. 4………….. 6 1. 4 ……….. 3
2. 7………….. 9 2 5 ……….. 2
3. 3………….. 5 3 6 ………… 5
4. 4………….. 8 4 9 ………… 8
5. 5………….. 6 5 10 …………. 15
5. Nilai Tempat
Nilai tempat satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan
| 1. 11 = puluhan |
satuan
2. 14 = puluhan
satuan
3 19 = puluhan
satuan
4. 24 = puluhan
satuan
5. 26 = puluhan
satuan
6. 125 = ratusan
puluhan
satuan
7. 886 = ratusan
puluhan
satuan
8. 905 = ratusan
puluhan
satuan
9. 1256 = ribuan
ratusan
puluhan
satuan
10. 7235 = ribuan
ratusan
puluhan
satuan
11. 1 puluhan + 0 satuan = …
12. 1 puluhan + 6 satuan = …
13. 5 puluhan + 8 satuan = …
14. 7 puluhan + 3 satuan = …
15. 1 ratusan + 0 puluhan + 3 satuan = …
16. 3 ratusan + 5 puluhan + 0 satuan = …
17. 9 ratusan + 8 puluhan + 7 satuan = …
18. 2 ribuan + 0 ratusan + 0 puluhan + 9 satuan = …
19. 5 ribuan + 7 ratusan + 5 puluhan + 0 satuan = …
20. 9 ribuan + 8 ratusan + 4 puluhan + 2 satuan = …
6. Operasi hitung
Jumlahkan bilangan-bilangan di bawah ini !
1. 1 + 1 =
2. 3 + 2 =
3. 4 + 5 =
4. 5 + 6 =
5. 6 + 9 =
6. 15 + 2 = …
7. 17 + 3 = …
8. 37 + 6 = …
9. 56 + 3 = …
10. 74 + 6 = …
22 24 23 25 26
![]()
![]()
![]()
![]()
15 + 23 + 24 + 14 + 23 +
…….. ……… …….. …….. . ………..
Kurangilah bilangan-bilangan dibawah ini !
1. 1 4 – 5 =
2. 23 – 12 =
3. 27 – 18 =
4. 35 – 26 =
5. 46 – 29 =
25 34 37 45 46
![]()
![]()
![]()
![]()
35 – 17 – 18 – 29 – 27 -
……….. ……….. ………. ………. …………
Kerjakan soal-soal perkalian di bawah ini!
1. 2 x 3 = …
2. 1 x 10 = …
3. 4 x 3 = …
4. 5 x 6 = …
5. 8 x 7 = …
Penafsiran
Anak sudah mampu menyelesaikan soal operasi hitung penjumlahan dengan hasil di bawah 10. tapi anak masih kesulitan dalam penjumlahan dengan teknik menyimpan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Anak masih belum paham dengan simbol < dan >.
Jadi kebutuhan belajarnya adalah membutuhkan materi dasar penjumlahan dengan teknik menyimpan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, serta konsep dasar simbol < dan >.
Good luck! Jika akang banyak menulis artikel tentang asesmen, inklusi, pusat sumber dll, saya pingi gabung dan tolong kirim ke email saya. (wadi Subang)
terus perbanyak tulisan spt ini, insyaallah banyak bermanfaat
Trima kasih. sangat terbantu dengan tulisan-tulisannya. ditunggu kemabali tulisan2-a yang lain. hatur nuhun teu eureun2.
Terima kasih, artikelnya sangat membantu.
terimakasih, makalah ini sangat membantu saya untuk menambah ispirasi lebih dalam untuk membuat rancangan pembelajaran bagi anak tunagrahita kedepannya.
terima kasih atas kunjungannya
apa bedanya asesmen membaca untuk anak tunagrahita dgn untuk anak lainnya?
terima kasih atas tulisannya.terus tulis….dan lanutkan karyanya
hatur nuhun pisan
Terima kasih atas kunjungannya.
Prinsip dan prosedur asesmennya sama. Perbedaanya terletak pada materi instrumennya. Materi instrumen tidak terlalu banyak dan tidak mendalam.
Maaf, baru di jawab
Saya sangat membutuhkn bantuannya. Saya baru dtugaskan mengajar d SLB utk tunagrahita dan tunarungu, padahal latar belakang pendidikan saya bukan PLB. Saya kbingungan memilih materi, mencari buku dan bagaimana mnghadapi anak didik saya. Saya ingin belajar dan mengetahui tentang Pendidikn anak brkebutuhan khusus lebih dalam, KEMANA…BAGAIMANA…DAN APA YG HARUS SAYA LAKUKAN….
Untuk mempelajari tentang pendidikan khusus atau tentang anak berkebutuhan khusus, ibu bisa belajar diantaranya melalui internet, membaca jurnal hasil penelitian, mengikuti seminar, bertanya kepada ahlinya, blog yang saya sediakan ini dapat pula ibu manfaatkan untuk kita sama-sama belajar.
Pupuk terus dan kembangkan minat belajar yang ibu miliki.
SAYA mau dijelaskan deskripsi yang jelas tentang apa yang mebedakan apa asesmen ATG, asesmen AUTIS, asesmen ALB maupun asesmen yang lain…
supaya saya dan juga pembaca yang lain bisa lebih tau detail tentang hal tersebut…
sebelumnya terima kasih banyak tentang informasinya….
PLB FIP UNESA
td rek ditiron aesmen na, ………. ah, sarua dosen na
Nuhun A, manawi aya literatur mengenai asesmen membaca lanjut, kanggo tugas ti pa Endang, he he he…….
tegep hebat komo pami disarengan ku materi eta lah kasep perkawis sejarah SLB dugika jungerengna sakola anu nganggo papagon inklusi asa rada carangnya di INDONEISA teh kasep
itu baru namnya excelentnya PLB terus nulis blog ya biar teteh baca. maklum udah rada2 sepuh tapi masih butuh info yang uptodate ttng plb. bagi-bagi dong ttng assesmn atr. (mabrur-Cilegon)
Aduh, Pak Iim hatur nuhun, info na di antos tulisan yang lainnya. tapi upami tiasa mah langkung sae face to face ah… wios bari tungkul oge.
kang, mana asesmen untuk penerimaaan siswa barunya….?
Diuantos nya…
ass..
kang iim, tulisan2nya bermanfaat skali bt ewi dan kawan2.. hatur nuhun kang.
kang asesmen-na sy pake keur nga ases barudak (murid baru) soalna loba teuing nu daftar, jadi asesmen keurnyeleksi. meh aya alesan teu ditarima
Ina Kartina U.K, S.Pd ternyata membaca juga…salam kenal ya dari one_softnet@yahoo.com
tahun depan ada rencana dari direktorat pendidikan khusus untuk menerbitkan buku asesmen dan remedial bagi anka berkesulitran belajar berdasarkan pedoman kurikulum. bukunya sudah di ujicobakan d jakarta, aceh, makasar dan solo. saya sudah melihat buku tersebut, lumayan juga hampi800 halama. dilihat dari isinya ternyata untuk asesmen dasar buku inibisa digunakan untuk anak tunagrahita. didalamnya juga banyak sekali tip dan cara pengajaran yg cukup atraktif serta beberapa modifikasi pembelajaran yg sangat memebantu anka dalam mengenal materi bahasa dan matematika. asesmen bahasanya sendiri dibagi seperti kurikulum yg menggunakan pembagian berbicara, menulis mendengar dan berbicara, sehingga pada saat asesmen dapat di ketahui pada aspek apa anak tersebut mengalami kelemahan paling banyak
didi: terima kasih
trims pak atas informasinya,,,,
Q tertarik dengan dunia psikologi.
YUNITA: SAMA-SAMA
Terimakasih, cukup membantu..
lebih dapat membantu lg jika ada artikel lain yg up to date. Ditunggu tulisan selanjutnya..
PLB-Unesa
sangat membantu sy ketika bingung mencari assesment yang lengkap. Krn sbgi guru tuntutn slalu ada. Jd trimaksh byk atas ilmu yg telah d bagi. Smoga ilmu yg sy dpt akn trs bertambah & bisa membantu anak2 ABK kami d skolah. Good Luck
D tunggu artikel berikutx
terimakasih saya sangat terbantu untuk mengerjakan tugas pendidikan inklusi…
Untuk asesmen ABK SMALB aya kang? Mun aya contohna kang? Nuhun
tq tulisan dan infonya sangat membantu saya….saya berharap bisa mendapatkan lagi info lain tentang ini makasih banyak sekali lagi.
sangat penting tulisan ini dibaca oleh siapapun. perbanyak tulisan tentang pendidikan bagi ABK
Sy sangat senang sekali memdptkan artikel2 dari bpk.mdh2an akan membawa banyak manfaat bwt sy dlm memberikan pelayanan kpd abk yg sy didik. sy berharap bapak trs menuliskan artikel2 yg lainnya. salam kenal dr sy. jazakallah khair
mohon bantuannya untuk menambahkan asesment akademik bagi anak tunarungu. terimakasih