3 Comments

MENGATASI ANAK YANG SERING NGOMPOL

Oleh: Iim Imandala

Betapa pusingnya orangtua yang memiliki anak yang masih ngompol, padahal anaknya itu sudah kelas 2 SD. Hampir setiap hari anaknya ngompol, tempat tidurpun harus sering diganti. Repotnya bila pada musim hujan, sprei bantal, guling, susah kering.

***

Terapi ngompol yang akan dijelaskan disini adalah untuk kebiasaan ngompol yang dilakukan oleh anak usia 4 tahun ke atas, disebut juga enuresis tidak berkesinambungan.

Enuresis berkesinambungan adalah ngompol sejak lahir dan terus berkelanjutan hingga anak usia di atas 4 tahun. Penyebab gangguan ini adalah terlambatnya mekanisme control kencing. Selain itu disebabkan oleh kegagalan toilet training.

Enuresis tidak berkesinambungan adalah anak sebelumnya sudah tidak ngompol lagi, paling tidak selama 3 bulan, kemudian kembali ngompol. Enuresis tidak berkesinambungan umumnya disebabkan oleh adanya stress atau krisis emosional yang membuat anak merasa cemas, misalnya kelahiran adik, pindah rumah, atau konflik-konflik orangtua yang mengganggu rasa aman anak.

Bagaimana cara mencegahnya?

Latih anak cara buang air kecil (pipis) dengan baik tapi jangan terlalu keras dalam melatih kegiatan ini, sebab dapat mengakibatkan anak menjadi malas bahkan berontak, tidak mau latihan lagi. Menghukum atau membentak anak yang ngompol hanya membuat anak merasa bersalah dan cemas, sehingga tidak akan memperbaiki keadaan.

Control kencing sebaiknya dilakukan saat anak berusia sekitar 18 bulan dan sudah bisa menahan kencing dalam beberapa jam. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak anak secara teratur ke kamar mandi.

Cara penanganannya

-          Membatasi minum anak setelah pukul 6 sore dan menyuruh anak buang air kecil sebelum tidur.

-          Menumbuhkan motivasi supaya tidak ngompol dengan memberikan hadiah d anpujian bila tidak ngompol.

-          Menurunkan stress pada anak yang sebelumnya sudah tidak ngompol. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengajak berbincang-bincang atau  bercerita selama 10-15 menit sebelum tidur. Perlakuan ini membuat anak tidur dengan tenang karena yakin orangtua memperhatikannya.

-          Bangun malam. Sebelumnya harus diperhatikan, pada jam berapa anak ngompol. Jika anak ngompol 3 jam setelah tidur, maka bangunkan ia setengah jam sebelum ngompol (dua setengah jam tidur). Ajak ia ke kamar mandi untuk kencing. Kemudian biarkan ia tidur kembali. Bila hal ini dilakukan terus , lama-kelamaan anak akan bangun sendiri tanpa harus dibangunkan.

-          Pemberian hukuman. Hal ini dapat dilakukan pada anak yang sudah sekolah. Suruh anak mengganti spreinya setiap ia ngompol dan ia harus melihat serta melakukan sendiri bagaimana kasur harus dibersihkan dan dijemur.

-          Bila berbagai cara sudah dilakukan, namun kebiasaan ngompolini tidak juga berhenti, dapat berkonsultasi dengan psikolog apabila diduga ada masalah psikologis atau ke urolog (dokter spesialis saluran kencing), terutama enuresis yang berkesinambungan, karena mungkin anak membutuhkan bantuan medis.

Demikian sekilas tentang mangatasi anak yang sering ngompol ini. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

About Iim Imandala

Dapat dihubungi melalui email : iim_imandala75@yahoo.co.id

3 comments on “MENGATASI ANAK YANG SERING NGOMPOL

  1. Terima kasih atas artikelnya yang sangat bermanfaat.
    Minta ijin untuk di share yah. TQ.

  2. mantap, sangat bermanfaat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: