1 Comment

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS DENGAN MENGGUNAKAN PECS (bagian 4)

Disusun dari yang paling mudah sampai yang paling sulit contohnya:

contohgambar3

contohgambar4

Susunan tingkat kesultian gambar ini dapat menentukan pada level mana anak dapat mulai diajarkan pertukaran gambar. Urutan levelnya sebagaimana urutan gambar di atas.

Mengenai ukuran gambar atau simbol yang digunakan oleh setiap anak akan berbeda tergantung kepada kemampuan menggenggam, visual dan kognitif anak. Untuk tahap awal biasanya berukuran besar (10 cm x 15 cm). Ukuran itu kemudian diperkecil seiring dengan pemahaman serta penguasaan kosa kata dan anak sudah terbiasa dengan pertukaran kartu gambar ini.

3. Asesmen

Asesmen yang dimaksud disini adalah untuk mengetahui pada level mana anak dapat memahami gambar yang digunakan, apakah gambar hasil potret, lukisan, atau yang lainnya. Gambar dicobakan kepada anak dari mulai gambar yang paling mudah sampai yang peling sulit. Urutannya seperti gambar pada halaman sebelum ini.

Langkah asesmennya dapat mengikuti contoh berikut ini:

a. Pilihlah dua atau lebih objek yang sudah dikenal oleh anak, sering digunakannya, dan ia menyukainya.

Buatlah simbol atau gambar dari objek tersebut, bisa foto objek itu, gambar hasil lukis, gambar hitam putih, jika anak sudah bisa membaca buatlah nama objek itu pada kartu kata.

a. Dimulai dari level yang paling mudah, yaitu objek kongkrit. Simpanlah objek itu di depan anak. Tanyakan kepada anak “Apa yang kamu inginkan?”. Perhatikan apa yang dipilih oleh anak.

b. Setelah anak memilih salah satu objek tersebut, simpanlah semua objek itu kemudian semua objek kongkrit tadi diganti dengan fotonya.

c. Mintalah anak untuk memilih foto tersebut. Jika jawaban anak sesuai dengan pilihan benda kongkritnya berilah penguatan. Jika masih salah ulangi dengan langkah d dan e.

d. Jika pada level itu anak sudah mampu tapi tidak mampu pada level berikutnya berarti kemampuan anak untuk belajar PECS ini dimulai dengan tahapan gambar hasil potret (foto).

e. Jika pada level paling mudah sudah mampu lanjutkan pada level berikutnya sampai pada level yang tidak mampu dikuasai oleh anak. Berarti kemampuan anak untuk mempertukarkan gambar berada pada level sebelumnya.

1. Penerapan PECS

Setelah diperoleh hasil asesmen selanjutnya anak mulai masuk pada penerapan PECS. Dalam manual yang disusun oleh Bondy dan Frost (1994:4) tediri dari enam Fase. Setiap fase merupakan jenjang hirarkis, saling berkaitan dan harus berurut.

Dalam pelaksanaan PECS ini, anak dibimbing oleh dua orang guru atau pembimbing. Salah satunya sebagai pembimbing/guru utama, satunya lagi sebagai asisten. Posisi guru utama berhadapan dengan anak, sedangkan asisten berada dibelakang dekat anak.

Guru utama bertugas sebagai pembimbing untuk mengajarkan dan melakukan penukaran gambar/berkomunikasi dengan anak. Asisten bertugas untuk memberikan bantuan (prompting) kepada anak dan membantu guru utama menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

FASE I

Tujuan:

Anak mampu mengamati item/objek yang disajikan, anak memilih salah satu gambar dari item itu, mengambil gambar itu dan menyerahkannya pada guru atau pembimbing.

Catatan:

Pada fase ini tidak ada prompting verbal (misalnya: “Apa yang kamu inginkan?” atau “Berikan gambar itu!”). Anak boleh belajar berbagai gambar. Gambar yang bebeda boleh diajarkan jika gmbar sebelumnya sudah dikuasai.

Prosedur latihan:

a. Simpanlah di depan anak dua atau tiga objek yang disukai, sering digunakannya dan sudah dikenal oleh anak.

b. Pada saat anak memilih objek tersebut biarkanlah ia memainkannya untuk beberapa saat, kemudian guru utama mengambil objek itu. Simpanlah objek itu, jangan sampai terlihat oleh anak.

c. Gantilah objek itu dengan gambarnya dan simpan gambar itu di depan anak. Sementara salah satu tangan guru memegang objek yang diinginkan oleh anak dan tangan satu lagi sebagai prompting posisinya terbuka (posisi tangan meminta sesuatu). Diharapkan anak memberikan gambar objek itu ke guru. Reaksi anak mungkin akan berusaha untuk merebut objek yang diinginkan oleh guru, oleh karena itu asisten harus menjaga agar anak tetap duduk. Reaksi seperti itu adalah reaksi yang tidak diinginkan.

d. Jika anak bereaksi tidak sesuai yang diharapakan maka asisten dapat memberikan bantuan/prompting dengan cara memegang tangan anak untuk meraih gambar objek dan memberikannya pada tangan guru. Mintalah anak untuk melepas gambar itu sambil melabel perbuatan anak itu dengan mengatakan, misalnya: “oh, kamu ingin main mobil-mobilan, ya!”. Kemudian segera berikanlah objek yang diinginkannya.

e. Biarkanlah anak beberapa saat memainkan objek itu. Kemudian ambil lagi objek itu dan lakukan langkah c dan d. langkah-langkah itu terus diulang sambil coba dihilangkan bantuan/prompting dari asisten dan guru.

f. Latihan dapat dilanjutkan pada fase kedua jika respon anak benar dan tidak membutuhkan prompting dari guru ataupun asisten.

FASE II

Tujuan:

Anak berkomunikasi menggunakan buku/papan komunikasi, menempel/menyimpan gambar, mampu berganti partner komunikasi, dan menyerahkan gambar pada tangan partner komunikasinya.

Persiapan:

Siapkanlah papan komunikasi untuk menempelkan atau mengaitkan kartu gambar. Siapkanlah gambar ditempat yang mudah dijangkau guru.

About Iim Imandala

Dapat dihubungi melalui email : iim_imandala75@yahoo.co.id

One comment on “UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS DENGAN MENGGUNAKAN PECS (bagian 4)

  1. Terima kasih, fase V dan VI ternyata sudah ibu tulis.thank’s.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: