Leave a comment

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTIS DENGAN MENGGUNAKAN PECS (bagian 5)

Contoh papan komunikasi

contohgambar5

Sumber: http://www.widgit.com

Catatan:

Tidak ada prompting verbal. Anak boleh belajar berbagai gambar. Gambar yang bebeda boleh diajarkan jika gambar sebelumnya sudah dikuasai. Posisi sebagai guru dan asisten bergantian, boleh juga diganti oleh guru lain.

Prosedur latihan:

a. Tempelkan pada papan komunikasi gambar tertentu yang mewakili keinginan anak.

b. Anak harus mengambil gambar dari papan itu dan memberikannya kepada guru, kemudian guru memberikan apa yang diinginkan anak. Guru memasang kembali gambar tersebut.

c. Jika anak tidak mengambil gambar di papan atau responnya salah maka perlu promting (bantuan) dari asisten dengan cara memegang tangan anak untuk meraih gambar dan menyerahkannya pada tangan guru.

d. Apabila respon anak sudah benar maka perlebarlah sedikit-sedikit jarak guru dengan anak. Sehingga anak akan bergerak/berjalan keluar dari kursi menuju guru untuk menyerahkan gambar. Segeralah guru memberikan objek yang diinginkannya. Guru memasang kembali gambar.

e. Selanjutnya perlebar juga sedikit-sedikit jarak antara anak dengan papan komunikasi.

f. Cobalah lakukan agar anak memasang kembali gambar yang telah diberikan kepada guru. Jangan mengatakan “Tempel kembali gambar ini!”

g. Apabila anak sudah konsisten dan mandiri bisa mengambil gambar dan menyerahkannya kepada guru maka lanjutkanlah pada fase III.

FASE III

Tujuan:

Anak mampu meminta objek yang diinginkannya dengan cara bergerak menuju papan komunikasi kemudian memilih gambar tertentu yang mewakili keinginannya dan menyerahkan gambar itu ke guru atau partner komunikasinya.

Persiapan:

Tempellah dua gambar pada papan komunikasi, termasuk gambar objek yang diinginkan oleh anak. Gambar yang tidak mewakili keinginan anak harus benar-benar bertolak belakang dengan keinginannya (misalnya anak ingin snack dipasang pula gambar sepatu, atau baju, dll).

Catatan:

Tidak ada prompting verbal. Anak boleh belajar berbagai gambar. Gambar yang bebeda boleh diajarkan jika gambar sebelumnya sudah dikuasai. Posisi sebagai guru dan asisten bergantian, boleh juga diganti oleh guru lain. Lokasi gambar yang diingankan pada papan komunikasi harus berubah-ubah, sehingga mendorong anak untuk mengidentifikasi dan mengamati.

Prosedur latihan:

a. Pasanglah pada papan komunikasi satu gambar objek yang diinginkan dan gambar objek lain yang tidak diinginkannya.

b. Awalnya psangkan gambar objek yang diinginkan dengan objek kongkritnya (dengan cara menempatkan gambar diantara objek dan anak).

c. Kemudian secepatnya ambil/pindahkan objek kongkrit dan hanya gambar objek yang ada di hadapan anak.

d. Kembali ke papan komuniasi. Jika anak memilih gambar objek yang tidak diinginkannya, bantulah ia untuk mengambil gambar yang sesuai dengan yang diinginkan, sambil mengatakan “Kalau kamu mau kue, kamu minta kue”. Kalau kesalahan itu terus terjadi berarti tidak benar-benar menginginkan objek yang diinginkan itu.

e. Untuk meyakinkan hubungan antara gambar objek dengan objek yang diinginkan, melalui cara memberikan langsung objek yang diinginkan ketika anak menyerahkan gambar objek yang diinginkan. Kemudian amati apakah anak menolak atau tidak. Cara seperti itu, dapat pula untuk melihat apakah anak sudah memiliki atau belum, konsep hubungan antara gambar dengan objek yang diinginkannya.

f. Langkah-langkah di atas menyebabkan anak belajar memeperhatikan gambar dan melakukan diskriminasi terhadap gambar-gambar itu. Lalu, mulailah menambahkan gambar-gambar lain sehingga anak belajar berbagai permintaan melalui berbagai gambar pula.

g. Lanjutkan terus aktifitas itu hingga anak dapat mendiskriminasi 1 – 20 gambar.

h. Pada poin ini guru dapat mengembangkan tema-tema pada papan komunikasi ini dan bisa ditempel di dinding atau buku.

i. Anak dapat melanjutkan ke fase IV bila anak sudah mampu membedakan (mendiskriminasi) berbagai gambar dan mampu meminta melalui gambar objek yang diinginkan diantara sekelompok gambar lain.

FASE IV

Tujuan:

Siswa mampu meminta objek yang diinginkan dengan atau tanpa ada gambar objeknya disertai penggunaan phrase multi-kata sambil membuka buku kompilasi gambar, kemudian mengambil gambar/simbol “Saya ingin” atau “Saya mau”, lalu gambar/simbol itu diletakan pada papan kalimat, selanjutnya anak mengambil gambar objek yang diinginkan dan diletakan disebelah kanan simbol “Saya ingin”. Susunan gambar tersebut diserahkan kepada guru atau pasangan komunikasinya. Di akhir fase ini, diharapkan anak dapat menggunakan 20 – 50 gambar dalam berkomunikasi dan bekomunikasi dengan berbagai partner (pasangan).

Persiapan:

Sediakan papan kalimat dan siapkan gambar/simbol “Saya ingin” atau “Saya mau”.

About Iim Imandala

Dapat dihubungi melalui email : iim_imandala75@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: