12 Comments

ADHD, Kenali Gejalanya sejak Dini

ADHD

ADHD, Foto: Corbis

ANAK Anda sulit fokus saat belajar? Bisa jadi buah hati Anda terkena ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Sebab itu, kenali gejalanya sejak dini.

ADHD merupakan suatu gangguan perilaku yang ditandai dengan kurangnya perhatian (inattentiveness), aktivitas berlebihan (overactivity) dan perilaku impulsif (impulsivity) yang tidak sesuai dengan umumnya.

Dr dr Dwidjo Saputro SpKJ (K) mengatakan, ADHD merupakan kelainan psikiatrik dan perilaku yang paling sering ditemukan pada anak. ADHD dapat berlanjut sampai masa remaja, bahkan dewasa. Pada anak usia sekolah, ADHD berupa gangguan akademik dan interaksi sosial dengan teman. Sementara pada anak dan remaja dan dewasa juga menimbulkan masalah yang serius.

Kurangnya perhatian adalah salah satu gejala ADHD. Biasanya anak selalu gagal memberi perhatian yang cukup terhadap detail. Atau anak selalu membuat kesalahan karena ceroboh saat mengerjakan pekerjaan sekolah, bekerja atau aktivitas lain. Sering sulit mempertahankan pemusatan perhatian saat bermain atau bekerja. Sering seperti tidak mendengarkan bila diajak bicara. Dan atau pelupa dalam aktivitas sehari-hari.

Gejala kedua yang harus diwaspadai adalah hiperaktivitas yang menetap selama 6 bulan atau lebih dengan derajat berat dan tidak sesuai dengan umur perkembangan. Gejala hiperaktivitas itu di antaranya anak sering bermain jari atau tidak dapat duduk diam. Ia sering kali meninggalkan kursi di sekolah atau situasi lain yang memerlukan duduk di kursi. Anak juga sering lari dan memanjat berlebihan di situasi yang tidak tepat, selalu bergerak seperti didorong motor.

Sedangkan pada gejala implusivitas, misalnya sering menjawab sebelum pertanyaan selesai ditanyakan, sering sulit menunggu giliran, dan sering menginterupsi atau mengganggu anak lain, misalnya menyela suatu percakapan.

“Anak ADHD sering dianggap anak nakal, malas, ceroboh, dan lain-lain. Padahal terapi yang tepat akan menghilangkan gejala pada anak ADH,” kata ahli kejiwaan yang juga pendiri dari Smart Kids Clinic-klinik Perkembangan Anak dan Kesulitan Belajar ini. Biasanya gejala hiperaktif-impulsif mulai terlihat sebelum umur 7 tahun. Gejala terjadi di dua situasi berbeda atau lebih, misal di sekolah dan di rumah.

Selain itu gejala bukan merupakan bagian gangguan perkembangan pervasif (autisme), schizophrenia, atau gangguan jiwa berat lain, dan bukan disebabkan gangguan mood, kecemasan atau ansietas, gangguan disosiasi atau gangguan kepribadian. “Orang tua harus hati-hati dalam menentukan apakah anak ADHD atau tidak,” ucap dokter yang kemudian mengambil spesialisasi di FKUI itu.

Untuk menegakkan diagnosis, diperlukan kombinasi keterangan mengenai riwayat penyakit, pemeriksaan medis, dan observasi terhadap perilaku anak. Keterangan ini sebaiknya diperoleh dari orang tua, guru, dan anak sendiri.

Observasi bisa dilakukan pada saat anak melakukan pekerjaan terstruktur di kelas, atau saat anak sedang bermain bebas bersama anak lain. Walaupun ADHD seharusnya muncul di setiap situasi, gejala mungkin tidak jelas bila penderita sedang melakukan aktivitas yang disukainya, sedang mendapat perhatian khusus atau berada dalam situasi yang memberi penghargaan pada tingkah laku yang normal. Dengan demikian, pengawasan selintas di kamar praktik sering gagal untuk menentukan ADHD.

Sementara dokter yang juga merupakan pakar autis, Dr Hardiono Pusponegoro SpA (K) menuturkan bahwa sebenarnya jumlah penderita penyakit ini tidak meningkat. “Penyakit yang sering disertai dengan gangguan psikiatri lain ini bukan meningkat, tetapi semakin banyak orang yang tahu tentang penyakit ini,” ucap dokter dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut.

Bila dikelola dengan baik, ADHD bisa dicegah. Namun, bila tidak ditangani secara dini, kasus ADHD dapat menjadi pemicu pengguna awal minuman beralkohol, rokok, dan narkoba pada usia muda.
(Koran SI/Koran SI/tty)

Sumber: okezone.com

12 comments on “ADHD, Kenali Gejalanya sejak Dini

  1. sikap dan tindakan yang tepat pada anak ADD?
    Penyebab ADD? adakah makanan yang memicu timbulnya ADD?( seprti Autis)?
    ditunggu ya dok kabarnya!

  2. Tindakan yang tepat adalah dengan melakukan tatalaksana perilaku dan meningkatkan kemampuan konsetrasinya. Untuk tatalaksana perilaku, ibu dapat konsultasi dengan terapisnya, ato nanti saya tulis di blog ini mengenai tatalaksana perilaku untuk anak ADD dan ADHD.
    Mengenai makanan, sebaiknya kurangi konsumsi coklat dan mie instant.
    Maaf, Bu, saya bukan dokter. Saya terapis sekaligus guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus

  3. Asw. Pak, saya mau tanya nih, saya guru kelas 1 sd (baru neh) jadi belum pengalaman. Saya punya murid. susah sekali diajak berkomunikasi. Bila dikelitik pun dia tidak merespon. Berdasarkan keterangan guru TKnya, anak itu memang agak berbeda dengan teman yg lainnya. dia belum bisa apa-apa, seprti menulis, membaca, berhitung dan keperluan ke kamar mandi. Bagaimana saya harus mengajar dia ya Pak. tolong balas ke email saya saja. Mohon bantuannya, saya sangat awam dengan anak-anak seperti ini. Syukron pak

  4. anak saya prm 5 th, setiap hari aktifitasnya luar biasa seperti tidak ada capenya.. bermain dan bergerak tari, lari, main sepeda anyang-anyangan dll… tetapi disis lain dia sensitif dan sangat perasa kalau sudah yang sedih2 dia suka nagis… ada masalah ga dengan anak saya? nuhun

  5. Thank
    I am special theacher for special education from SLB Yapenas Yogyakarta

  6. Anak kebutuhan khusus (special needs children) seperti Autis, ADD, ADHD , Hiperaktif adalah anak-anak yang dilahirkan secara istimewa dan berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Anak-anak ini diamanahkan pada orang tua-orang tua yang juga istimewa. Karena berbeda dengan anak kebanyakan, maka penanganan anak kebutuhan khusus memerlukan cara yang khusus pula. Berikut ada salah satu solusi menangani anak autis dengan SEFT (tehnik yang menggabungkan psychology dengan spiritualitas).. lebih lengkap di http://www.seft.co.id/abk.php

  7. Asskum.. Pak, saya memiliki sepupu yg saat ini brusia 10 thn dan masih duduk di bangku kls 2 SD. Shrusnya saat ni ia telah duduk dibangku kls 5 SD. Bbrapa kali ia tdk naik kls. Smpai saat ni ia blm bsa membca, ia mngrti huruf dan mampu utk mngeja bacaan namun ia blm bsa membca scra lancar. Setiap ia diajarkan d rmh, ia paham namun ktka d sklh ia lupa. Namun, dsisi lain ia pndai brsosialisasi dgn tmn2 sebayanya ktka brmain dan scra fisiknya pun tdk ad tanda keanehan. Oleh sebab itu, yg saya ingin tanyakan apakah sepupu saya trmsk anak ADHD?? Bgmna cra mendidiknya? Trma kasih..

  8. to tika: untuk menentukan apakah sepupunya ADHD atau bukan memang dibutuhkan pemeriksaan secara menyeluruh oleh beberapa ahli. Namun dari gambaran singkat yg tlh dipaparkan sangat berlawanan dengan karakteristik anak ADHD. ciri yg plng menonjol dari ADHD adalah merka itu mengalami gagguan konsetrasi yg disertai dgn hipeaktif serta merka itu sulit bergaul. Rata-rata kemampuan akademik dasar (ca-lis-tung)nya baik bahkan ada yg diatas rata-rata.
    Demikian jawaban dari saya.
    Utk menangani kasus seperti sepupunya itu perlu diketahui terlebih dahulu kemampuan pra akademiknya. kemudian berikan latihan2 pra akademik seperti latihan persepsi, konsentrasi, memori, motorik, dll. latihan akademiknya tidak terlalu banyak; boleh mengulang-ngulang/remedial.

  9. saya butuh data terbaru persentase anak adhd di indonesia dan yang paling penting di bandung,,mohon bantuannya

  10. ass.wr wb. anak saya umur 10 th. kelas 4. stlh diterangkan oleh guru, bisa mengerjakan soal. tp selang bbrp saat disuruh gurunya mengerjakan dipapan tulis, anak saya sprt bingung. tulisannyapun bukan hanya jelek gak karuan, tp jg gak bisa dibaca. selain itu anak saya sulit menerima penjelasan atau menjelaskan jika ada sesuatu hal yg harus kami bicarakan. dan sulit bila disuruh bermain di luar rumah dg temannya. maunya di rumah atau di luar tp sendirian. prestasi sekolah datar, saat kelas 3 ada kenaikan prestasi kelas.. tp saat dia di kelas 4, sprt tidak peduli dg pelajaran. meski kadang dia sangat semangat saat ada pr. ujian calistung kemarin nilainya cukup. cepat merasa capek dan bosan dg apa yg dikerjakan. apa semua ini ada pengaruhnya dg alergi makanan, tp dia sering mengkonsumsinya karena dia suka dan lekositnya yg pernah 14.000 dr normalnya 11.000

  11. perlukah anak saya dipindahkan ke sekolah inklusif? (ma’af nyambung yg diatas)

  12. dear Ny. Nina, sebelum ibu memindahkan anak ibu ke sekolah inklusi alangkah baiknya di lakukan observasi terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab anak ibu seperti itu. Karena bisa jadi penyebab bukan datang dari anak (perkembangan fisik, atau organ tubuh) melainkan lingkungan (pola asuh, kelebihan tugas, dan lainnya)..ibu bisa menemui konselor sekolah (jika di sekolah tersebut tersedia) atau psikolog..n_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: