Data Guru SLB Honorer Jabar per Desember 2012

Berikut data guru SLB Honorer dikelompokan per Kota/Kabupaten (Format file: pdf)

Continue Reading »

Leave a comment

ASESMEN AREA KEBUTUHAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

Tulisan oleh : Iim Imandala, MPd

Keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh berbagai factor, salah satunya adalah pembelajaran itu sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik/siswa, tidak terkecuali terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Terlebih kepada anak berkebutuhan khusus yang jelas-jelas berbeda dengan anak pada umumnya maka kesesuaian materi, metode,indicator, penggunaan alat/media, system penilaian dll, sangatlah berpengaruh pada keberhasilan belajarnya. Continue Reading »
3 Comments

MENGATASI ANAK YANG SERING NGOMPOL

Oleh: Iim Imandala

Betapa pusingnya orangtua yang memiliki anak yang masih ngompol, padahal anaknya itu sudah kelas 2 SD. Hampir setiap hari anaknya ngompol, tempat tidurpun harus sering diganti. Repotnya bila pada musim hujan, sprei bantal, guling, susah kering.

***

Continue Reading »

34 Comments

ASESMEN MEMBACA-MENULIS-BERHITUNG, BAGI ANAK TUNAGRAHITA

ASESMEN MEMBACA-MENULIS-BERHITUNG

BAGI ANAK TUNAGRAHITA

Oleh Iim Imandala, S.Pd.

www.iimimandala.blogspot.com

e-mail: iim_imandala75@yahoo.co.id

A. Pengertian Asesmen

Asesmen adalah proses yang sistimatis dalam mengumpulkan data seseorang anak yang berfungsi untuk melihat kemampuan dan kesulitan yang dihadapi seseorang saat itu. Mengumpulkan informasi yang relevan, sabagai bahan untuk menentukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan, dan menerapkan seluruh proses pembuatan keputusan tersebut (Mcloughlin and Lewis, 1986:3; Rochyadi & Alimin 2003:44; Sodiq, 1996; Fallen dan Umansky, 1988 dalam Sunardi dan Sunaryo, 2006:80).

Asesmen ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan asesmen formal dan asesmen informal. Asesmen formal adalah asesmen dengan menggunakan tes standar yang sudah disusun sedemikian rupa oleh para ahli sehingga memiliki standar tertentu, sedangkan tes informal adalah penilaian dengan menganalisis hasil pekerjaan siswa atau dengan tes buatan guru (McLoughlin dan Lewis, 1986; Mercer dan Mercer, 1989; Abdurrahman, W., 2003:265; Wardani, 2007:8.25 ).

Adapun langkah-langkah untuk melakukan asesmen Widati (2003:5) sebagai berikut melakukan identifikasi, menetukan tujuan asesmen, mengembangkan alat asesmen, dan penafsiran hasil asesmen.

Continue Reading »

1 Comment

TEORI PEROLEHAN BAHASA

Teori perolehan bahsa terdiri dari 3 pandangan, yaitu teori behavioral, teori psikolinguistik, dan teori kognitif. Di bawah ini akan diejelaskan satu per satu teori-teori tersebut.

  1. a.   Teori Behavioral

Dari sudut ini perkembangan bahasa dikaji dari sudut pandang teori operant conditioning B.F. Skinner (Lerner, 1988). Pandangan ini berkeyakinan bahwa bahasa dapat dipelajari melalui imitasi dan penguatan (reinforcement). Bayi yang pada awalnya tidak memiliki pengetahuan/pengalaman berbahasa, secara bertahap memperoleh keterampilan berbahasa melalui imitasi yang mendapatkan penguatan dari model (lingkungan) yang ditirunya itu. Contoh, orang tua yang gembira/senang melihat bayinya mengucapkan bunyi bicara suatu kata tertentu. Kemudian orang tua itu mengikuti apa yang bayi ucapkan (penguatan) dengan respon yang menyenangkan. Maka bayi akan mengulang bunyi ucapan itu dan mencoba meniru ucapan orang tuanya. Jadi, melalui perilaku bahasa dapat dipelajari dengan prinsip-prinsip imitasi dan penguatan. Continue Reading »

3 Comments

PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK TUNAGRAHITA

Kemampuan bahasa pada anak-anak diperoleh dengan sangat menakjubkan melalui beberapa cara. Pertama, anak dapat belajar bahasa apa saja yang mereka dengar sehari-hari dengan cepat. Hampir semua anak pada umumnya dapat menguasai aturan dasar bahasa kurang lebih pada usia 3 – 4 tahun (Gauri, 2007). Kedua, bahasa apapun memiliki kalimat yang tidak terbatas, dan kalimat-kalimat dari bahasa yang mereka dengar dan mereka ucapkan, belum pernah ia dengar sebelumnya. Hal ini berarti anak-anak belajar bahasa tidak sekedar meniru ucapan yang mereka dengar, anak-anak harus belajar konsep gramatikal yang abstrak dalam menghubungkan kata-kata menjadi kalimat.

Anak-anak belajar bahasa erat kaitannya dengan perkembangan kognitif, sehingga perkembangan bahasa akan sejalan dengan perkembangan kognitifnya. Pada kenyataanya, anak tunagrahita mengalami hambatan dalam perkembangan kognitifnya sehingga perkembangan bahasanya juga terhambat. Hambatan tersebut ditunjukkan dengan tidak seiramanya antara perkembangan bahasa dengan usia kalendernya (cronolical age), tetapi lebih seirama dengan usia mentalnya (mental age). Continue Reading »

Leave a comment

BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI UNDERACHIEVER

Anak berbakat adalah asset nasional sekaligus modal dasar pembangunan bangsa. Ini hanya dapat digali dan dikembangkan secara efektif melalui strategi pendidikan dan pembelajaran yang terarah dan terpadu, yang dikelola secara serasi dan seimbang dengan memperhatikan pengembangan potensi peserta didik secara utuh dan optimal.

Strategi pelayanan pendidikan yang dilaksanakan selama ini masih bersifat klasikal, yang memberikan perlakuan dan layanan pendidikan yang sama kepada semua peserta didik.  Padahal, mereka berbeda tingkat kecakapan, kecerdasan, minat, bakat dan kreativitasnya. Continue Reading »

Leave a comment

Konselor Sebagai Talent Scout: Identifikasi Keberbakatan, Masalah Perkembangan Gifted, dan Kebutuhan BK

Sesungguhnya Indonesia memiliki banyak anak-anak yang tergolong memiliki kecerdasan dan bakat istimewa. Sebagaimana dinyatakan dalam Republika (15 Desember 2010) bahwa Indonesia memiliki sekitar 1,3 juta anak usia sekolah yang berpotensi Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) atau kerap disebut ‘gifted-talented’. Sayangnya, baru 9.500 (0,7%) anak yang sudah mendapat layanan khusus dalam bentuk program akselerasi/ percepatan.

Keberadaan anak-anak ini belum disadari sepenuhnya oleh para pendidik (guru). Jika kita mengacu pada data di atas maka kita akan menemukan keberadaan mereka dalam setiap populasi di sekolah. Anak-anak ini terkadang memang sulit untuk disadari karena potensi mereka sering tertutup oleh masalah/gangguan perilaku, keadaan social budaya, dan kondisi lain yang menyebabkan mereka menjadi sulit untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. Continue Reading »

Leave a comment

KEBUTUHAN BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Berdasarkan sejarah perkembangan pandangan masyarakat terhadap anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) maka dapat dicatat bahwa kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya masih banyak yang terabaikan selama bertahun-tahun hingga saat ini. Sejarah juga mencatat bagaimana tanggapan sebagian besar masyarakat terhadap keberadaan anak-anak tersebut dan keluarganya. Sebagian besar masyarakat masih ada yang menganggap kecacatan atau kelainan yang disandang oleh anak berkebutuhan khusus sebagai kutukan, penyakit menular, gila, dan lain-lain. Akibat dari itu makaABKdan keluarga ada yang dikucilkan oleh masyarakatnya.AdadiantaraABKsendiri yang menarik diri tidak mau berbaur dengan masyarakat karena merasa cemas dan terancam. Continue Reading »

Leave a comment

ISU-ISU KRITIS PROGRAM AKSELERASI BAGI ANAK BERBAKAT

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan antara lain bahwa “warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus” (Pasal 5, ayat 4). Di samping itu juga dikatakan bahwa “setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya” (pasal 12, ayat 1b). Hal ini pasti merupakan berita yang menggembirakan bagi warga negara yang memiliki bakat khusus dan tingkat kecerdasan yang istimewa untuk mendapat pelayanan pendidikan sebaik-baiknya. Selanjutnya anak-anak berbakat ini dalam istilah perundang-undangan disebut sebagai anak Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI). Continue Reading »